Laporan: Sahbani Siregar
![]() |
| Amarullah Nasution (net) |
Labuhanbatu yang dulunya satu kabupaten, sejak 2008 dimekarkan menjadi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Amarullah menjelaskan, hubungan antara eksekutif dan legislatif di Labuhanbatu dan Labuhabatu Selatan selama ini tidak terlihat kompak, sehingga selalu terjadi hambatan, seperti keterlambatan pengesahan APBD setiap tahun.
"Ini sangat merugikan masyarakat," ujar dia kepada redaski belum lama ini.
Menurutnya, kondisi ini sedikit berbeda di Labuhanbatu Utara, dimana hubungan Bupati dan DPRD-nya agak sedikit lebih baik.
Namun dalam bidang pemerintahan di tiga kabupaten ini kurang itu berhasil, sering terjadi pergantian SKPD (Dinas), malah di Labuhanbatu sampai sekarang tidak mampu mengangkat Seketaris Daerah yang defenitif. Sementara Seketaris Daerah di Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara sering gonta-ganti, sehingga roda birakrasi pemerintahan tidak stabil.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Medan ini menambahkan, di bidang pembangunan sarana dan prasarana yang sangat diharapkan masyarakat selama tiga tahun ini sangat mengecewakan, terutama sekali di Lahuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.
"Ketiga Kabupaten ini lebih suka dengan acara-acara serimonial yang bersifat pencitraan belaka. Masih sedikit gebrakakan yang berarti," terang dia.
Untuk bidang pendidikan, yang disponsori masyarakat, lanjut Amarullah, sangat menggembirakan, terutama di bidang Perguruan Tinggi.
Di tiga kabupaten ini sekarang telah beroperasi tiga Universitas dan dua Sekolah Tinggi. Masing-masing Universitas Labuhanbatu, Universitas Islam Labuanbatu, Universitas Alwasliyah dan dua Sekolah Tinggi Komputer.
"Menurut penilaian masyarakat pemekaran Labuhanbatu bisa terancam keberadaannya karena masih belum mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih maju," demikian Amarullah. [gs]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar