Jumat, 31 Oktober 2014

Soal Ujian Negeriku

Oleh: Arif 

Suasana bertanya, Tentang terik mentari
Timbul dan tenggelam memungut kacau
Tapi kali ini cerita tanah air
Yang warnanya berpendar
pudar menjadi pelangi
Lalu terbakar tata warnanya
Rakyat bertanya, tentang hidup yang macet
Disela pendapat para ulama nan linglung
Atau pergunjingan para politikus nan licik
Yang berdebat perbedaan dan kekuasaan
Lalu cukong-cukong terbahak-bahak
Sambil menelan tanah air
Yang karut marut
Akibat tertindih beban keadilan dan kesejahteraan
Suasana bertanya, tentang rinai hujan
Sang saka basah ditiang istana

Jakarta. 23 Juni 2014

Rekam Jejak Sang Ketua

  Oleh: Suheri Harahap

Ginanda Siregar
JELAJAH. Bang Regar, begitulah teman-temannya memanggilnya. Pemuda yang mempunyai nama lengkap Ginanda Siregar ini dilahirkan pada tanggal 18 Februari 1993 Desa Tapian Nadenggan,  Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Pemuda yang mempunyai paras ganteng ini adalah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB), kemampuannya dalam berorganisasi membuatnya terpilih menjadi ketum HIMLAB pada priode 2013-2014. Dengan wawasannya yang luas bang Regar membawa organisasi mahasiswa primordial ini maju dengan pesat. Banyak kegiatan dan program-program kerja organisasi dijalankan dengan sempurna yang kemudian mendapat apresiasi dari berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah.
Pemuda yang mempunyai hobby main badminton dan futsal ini telah sejak lama berkecimpung dalam organisasi intra kampus maupun ekstra kampus, mulai dari semester pertama di bangku kuliah dia telah aktif dalam berbagai macam kegiatan organisasi. Organisasi pertama yang digelutinya adalah Resimen Mahasiswa atau yang familiar dengan sebutan MENWA, sebuah organisasi yang berada dibawah binaan TNI ini khusus menggembleng para anggotanya dengan pendidikan kemiliteran, seperti kedisiplinan, keberanian dan nasionalisme. Tidak mengherankan jika kemudian Bang Regar menjadi sosok yang tangguh, berdisiplin dan mempunyai nasionalisme yang tinggi. Selain MENWA masih banyak lagi organisasi-organisasi yang digelutinya, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah  (IMM), Lembaga Studi Dan Bantuan Hukum HIMMAH dan Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU). Semboyan yang selalu dia ucapkan bang Regar tiap kali memberikan sambutan atau pengarahan pada rekan-rekannya adalah “Berorganisasilah karena dengan organisasi kamu bisa memahami arti dari sebuah kebersamaan dan perjuangan”
Mahasiswa yang mempunyai cita-cita ingin menjadi penegak hukum di Indonesia ini masih belajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyyah Jakarta semester enam. Hukum dia pilih dengan alasan karena penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari apa yang kita harapkan oleh masyarakat. Pengadilan yang seharusnya menjadi tempat untuk mencari keadilan malah berubah menjadi tempat kesewenang-wenangan, pencipta kesengsaraan dan penindasan. Dengan belajar dan memahami Hukum dia berharap dapat menegakkan hukum dan keadilan di bumi Indonesia tercinta. [zul]

Kamis, 30 Oktober 2014

Labuhanbatu Raya Dukung Pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur

 Laporan: Khoir Hasan Hasibuan

Pemekaran Provinsi Sumatera Timur
 JELAJAH. Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (SPT) dengan motto “Mutiara di Selat Malaka Bersama Kita Jaya”  semakin menguat. Enam kepala daerah yang targabung sepakat dan menyetujui pembentukan provinsi ini. Yaitu Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Ketua Pembentukan Provinsi SPT, Moslim Simbolon mengatakan, pemekaran yang mendapat antusias di tengah-tengah masyarakat ini kini sedang menunggu persetujuan DPRD di enam daerah yang bakal berkabung, selanjutnya akan dibawa ke DPRD Sumatera Utara dan DPR RI.
Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar melalui Wakil Bupati Labuhanbatu Suhari Pane telah menyerahkan berkas dan dokumen dukungan kepada komite pemekaran, di Aula Data Kantor Bupati Labuhanbatu, Jumat (13/06/2014).
Dalam pertemuan itu juga dihadiri Plt Sekda Labuhanbatu Ali Usman Harahap, seluruh camat dan kepala desa, pimpinan Ormas/OKP, FKUB, MUI dan tokoh masyarakat dan tokoh adat Labuhanbatu.
Bupati Labuhanbatu Selatan Wildan Aswan Tanjung mengajak semua masyarakat Labusel mendukung pembentukan Provinsi SPT. Menurutnya, efektifnya pemekaran daerah adalah untuk memperpendek rentang kendali birokrasi dan mempercepat pembangunan cukup dirasakan oleh masyarakat, sehingga aspirasi untuk pemekaran daerah terus di suarakan oleh masyarakat.
“Pemekaran selain memberikan dampak positif Bagi kelancaran pelayanan kepada masyarakat, juga memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan PAD dan sosial ekonomi masyarakat," kata Wildan di hadapan Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Labusel di Balai Pertemuan Kantor Bupati Labusel pada acara Rapat Pembahasan usul pembentukan Provinsi SPT, Senin (10/06/2014).
Sementara Bupati Labura Kharuddin Syah alias Buyung menegaskan masyarakat dan pemerintah Labura mendukung penuh pemekaran Provinsi SPT. Ia menyatakan, peran serta masyarakat dalam mendukung terwujudnya pemekaran itu sangat besar.
"Kita sama berharap pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur ini dapat meningkatkan percepatan kesejahteraan masyarakat dan memperpendek rentang kendali pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Buyung saat menyerahkan surat dukungan kepada komite pemekaran di Hotel Anugrah Ledongtimur, Labura, Selasa (10/06/2014). [rus]