Jumat, 31 Oktober 2014

Rekam Jejak Sang Ketua

  Oleh: Suheri Harahap

Ginanda Siregar
JELAJAH. Bang Regar, begitulah teman-temannya memanggilnya. Pemuda yang mempunyai nama lengkap Ginanda Siregar ini dilahirkan pada tanggal 18 Februari 1993 Desa Tapian Nadenggan,  Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Pemuda yang mempunyai paras ganteng ini adalah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB), kemampuannya dalam berorganisasi membuatnya terpilih menjadi ketum HIMLAB pada priode 2013-2014. Dengan wawasannya yang luas bang Regar membawa organisasi mahasiswa primordial ini maju dengan pesat. Banyak kegiatan dan program-program kerja organisasi dijalankan dengan sempurna yang kemudian mendapat apresiasi dari berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah.
Pemuda yang mempunyai hobby main badminton dan futsal ini telah sejak lama berkecimpung dalam organisasi intra kampus maupun ekstra kampus, mulai dari semester pertama di bangku kuliah dia telah aktif dalam berbagai macam kegiatan organisasi. Organisasi pertama yang digelutinya adalah Resimen Mahasiswa atau yang familiar dengan sebutan MENWA, sebuah organisasi yang berada dibawah binaan TNI ini khusus menggembleng para anggotanya dengan pendidikan kemiliteran, seperti kedisiplinan, keberanian dan nasionalisme. Tidak mengherankan jika kemudian Bang Regar menjadi sosok yang tangguh, berdisiplin dan mempunyai nasionalisme yang tinggi. Selain MENWA masih banyak lagi organisasi-organisasi yang digelutinya, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah  (IMM), Lembaga Studi Dan Bantuan Hukum HIMMAH dan Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU). Semboyan yang selalu dia ucapkan bang Regar tiap kali memberikan sambutan atau pengarahan pada rekan-rekannya adalah “Berorganisasilah karena dengan organisasi kamu bisa memahami arti dari sebuah kebersamaan dan perjuangan”
Mahasiswa yang mempunyai cita-cita ingin menjadi penegak hukum di Indonesia ini masih belajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyyah Jakarta semester enam. Hukum dia pilih dengan alasan karena penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari apa yang kita harapkan oleh masyarakat. Pengadilan yang seharusnya menjadi tempat untuk mencari keadilan malah berubah menjadi tempat kesewenang-wenangan, pencipta kesengsaraan dan penindasan. Dengan belajar dan memahami Hukum dia berharap dapat menegakkan hukum dan keadilan di bumi Indonesia tercinta. [zul]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar