![]() |
| (Foto: net) |
Laporan: Ruslan Tambak
JELAJAH. Pembangunan lapangan terbang perintis adalah salah satu tujuan dari pemekaran Kabupaten Labuhanbatu. Namun sampai sekarang, impian masyarakat itu belum terwujud. Tokoh masyarakat Labuhanbatu Raya, yang juga dulu sebagai Sekretaris Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu (P5KLB) Rivai Nasution mengatakan, belum terwujudnya harapan itu karena tidak ada kemauan kuat dari elit Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhanbatu utara (Labura).
Ia mengkritisi elit Labuhanbatu Raya yang tidak mau duduk bersama untuk mewujudkannya. Kalau tiga pemda tersebut duduk bersama, gotong royong kumpulkan dana, lihai melobi pemerintahan pusat dan bisa menggandeng investor, pembangunan bandara tersebut akan mudah terwujud.
“Jalan lima tahun kepemimpinan di Labuhanbatu, Labusel dan Labura belum ada tanda-tanda pembangunannya. Lapangan terbang perintis sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau sudah ada, bisa 30 menit Medan-Labuhanbatu, tidak seperti sekarang dengan jalan darat kita mengabiskan waktu selama 8 jam,” beber Rivai kepada redaksi JELAJAH belum lama ini.
Jelas dia, kalau tiga pemda tersebut jalan sendiri-sendiri, bandara di Labuhanbatu Raya akan sulit terwujud. Harus ada forum koordinasi antara Labuhanbatu, Labusel dan Labura untuk membahas masalah ini.
“Di Sibolga, Nias dan Tapsel saja sudah ada bandara. Masak di Labuhanbatu Raya yang dikenal daerah Dolar dan memiliki mobilitas tinggi belum ada, ini lucu,” ujar Sekjen IKLAB Medan ini.
Rivai menambahkan, kekurangan kepemimpinan di Labuhanbatu Raya lah yang menyebabkan tidak adanya koordinasi antara pemda. Mereka meninggalkan tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, pemuda/mahasiswa, dan tidak bisa mendatangkan investor.
Seperti diketahui, Labusel dan Labura pecah dari Labuhanbatu dan masingmasing menjadi kabupaten tersendiri berdasarkan UU No 22/2008 dan UU No 23/2008 pada 15 Januari 2009. Pada tahun 2010 tiga kabupaten ini serentak menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk periode 2010-2015. Mereka yang terpilih adalah: Tigor Panusunan Siregar-Suhari Pane (Labuhanbatu), Wildan Aswan Tanjung-Maslin Pulungan (Labusel), dan Kharuddin Syah-Minan Pasaribu (Labura).[rsn]
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar