Jumat, 31 Oktober 2014

Kini Bupati Labuhanbatu Lupa Sepakbola Laporan

 Oleh : Ruslan Tambak

JELAJAH. Persatuan Olahraga Sepakbola Labuhanbatu (Poslab) kian dilupakan. Klub sepakbola kebanggaan warga Labuhanbatu ini, kini bak pepatah “hidup segan mati tak mau”.
Ketua umum Poslab 2013-2018, Hadi Khairul Sinaga alias Adi Bento mengatakan, Poslab kurang dukungan dari elit Labuhanbatu, seperti bupati Tigor Panusunan Siregar, pihak DPRD dan pihak KONI Labuhanbatu.
“Bupati Tigor seorang pelupa. Waktu mencalonkan diri jadi bupati, dia banyak mengadakan kompetisi sepakbola. Tapi sekarang, dia sudah lupa bola,” kata Adi Bento kepada redaksi JELAJAH, Sabtu (28/6/2014).
Pelatih Poslab 2002-2011 ini menceritakan, selama melatih Poslab, dia sudah membawa Poslab ke Divisi III, II hingga I. “Untuk sekarang, kita hanya masuk liga nusantara. Salah satu penyebabnya adalah, elit Labuhanbatu tidak peduli,” terang Adi Bento.
Ia mencontohkan, saat membawa Poslab merumput di Sumut dan  Riau belum lama ini. Adi Bento merogok kocek pribadi untuk pendanaan pemain hingga ratusan juta.
Pemda Labuhanbatu tidak membantu pendanaan Poslab yang memiliki pemain inti sebanyak 20 orang ini sejak 2013 sampai sekarang, sehingga Poslab terseok-seok dan jarang latihan. “Terakhir kita dibantu Pemda tahun 2012, itu pun hanya sebanyak Rp 600 juta. Sekarang, kita minta audiensi kepada bupati, DPRD dan KONI selalu tidak ada tanggapan,” ungkapnya.
Terakhir Adi Bento berharap, ke depan elit Labuhanbatu memberikan perhatian penuh kepada Poslab. Poslab, lanjut Dia, memiliki pemain-pemain yang bisa diandalkan, seperti Usman Pribadi yang kini sudah bermain di Geresik United.
“Dan ingat, lewat Poslab dan sepakbola ini, masyarakat Labuhanbatu bisa bersatu dan semakin cinta kepada kabupaten Labuhanbatu,” demikian Adi Bento.
Secara terpisah dihubungi, Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar menyatakan, dana untuk Poslab memang tidak ada dianggarkan, karena Poslab adalah sebuah klub sama seperti klub Prisai dan Rajawali.
“Poslab itu kan klub, yang didanai itu adalah klub sendiri. Pemda hanya bantu Pengcab PSSI Labuhanbatu,” kata Ellya. [hri]

Soal Ujian Negeriku

Oleh: Arif 

Suasana bertanya, Tentang terik mentari
Timbul dan tenggelam memungut kacau
Tapi kali ini cerita tanah air
Yang warnanya berpendar
pudar menjadi pelangi
Lalu terbakar tata warnanya
Rakyat bertanya, tentang hidup yang macet
Disela pendapat para ulama nan linglung
Atau pergunjingan para politikus nan licik
Yang berdebat perbedaan dan kekuasaan
Lalu cukong-cukong terbahak-bahak
Sambil menelan tanah air
Yang karut marut
Akibat tertindih beban keadilan dan kesejahteraan
Suasana bertanya, tentang rinai hujan
Sang saka basah ditiang istana

Jakarta. 23 Juni 2014

Rekam Jejak Sang Ketua

  Oleh: Suheri Harahap

Ginanda Siregar
JELAJAH. Bang Regar, begitulah teman-temannya memanggilnya. Pemuda yang mempunyai nama lengkap Ginanda Siregar ini dilahirkan pada tanggal 18 Februari 1993 Desa Tapian Nadenggan,  Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Pemuda yang mempunyai paras ganteng ini adalah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB), kemampuannya dalam berorganisasi membuatnya terpilih menjadi ketum HIMLAB pada priode 2013-2014. Dengan wawasannya yang luas bang Regar membawa organisasi mahasiswa primordial ini maju dengan pesat. Banyak kegiatan dan program-program kerja organisasi dijalankan dengan sempurna yang kemudian mendapat apresiasi dari berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah.
Pemuda yang mempunyai hobby main badminton dan futsal ini telah sejak lama berkecimpung dalam organisasi intra kampus maupun ekstra kampus, mulai dari semester pertama di bangku kuliah dia telah aktif dalam berbagai macam kegiatan organisasi. Organisasi pertama yang digelutinya adalah Resimen Mahasiswa atau yang familiar dengan sebutan MENWA, sebuah organisasi yang berada dibawah binaan TNI ini khusus menggembleng para anggotanya dengan pendidikan kemiliteran, seperti kedisiplinan, keberanian dan nasionalisme. Tidak mengherankan jika kemudian Bang Regar menjadi sosok yang tangguh, berdisiplin dan mempunyai nasionalisme yang tinggi. Selain MENWA masih banyak lagi organisasi-organisasi yang digelutinya, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah  (IMM), Lembaga Studi Dan Bantuan Hukum HIMMAH dan Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU). Semboyan yang selalu dia ucapkan bang Regar tiap kali memberikan sambutan atau pengarahan pada rekan-rekannya adalah “Berorganisasilah karena dengan organisasi kamu bisa memahami arti dari sebuah kebersamaan dan perjuangan”
Mahasiswa yang mempunyai cita-cita ingin menjadi penegak hukum di Indonesia ini masih belajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyyah Jakarta semester enam. Hukum dia pilih dengan alasan karena penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari apa yang kita harapkan oleh masyarakat. Pengadilan yang seharusnya menjadi tempat untuk mencari keadilan malah berubah menjadi tempat kesewenang-wenangan, pencipta kesengsaraan dan penindasan. Dengan belajar dan memahami Hukum dia berharap dapat menegakkan hukum dan keadilan di bumi Indonesia tercinta. [zul]