Kamis, 12 Februari 2015

Ketum HIMLAB: Mari Berkarya dan Bangun Daerah

Pelantikan dan Rapat Kerja pengurus baru periode 2014-2015 (Foto: Dok)
Laporan: Hamdan Husen Siregar

JELAJAH. Pengurus Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta periode 2014-2015 baru saja dilantik di Ciputat Tangerang Selatan pada 7 Desember 2014 lalu. Pelantikan yang juga disertai dengan rapat kerja itu dihadiri oleh ratusan mahasiswa asal Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan, beserta para senior dan penasehat HIMLAB.
Ketua Umum HIMLAB Raya Jakarta Muhammad Izul Hasibuan dalam sambutannya mengajak semua keluarga besar HIMLAB yang berdomisili di Ibukota Jakarta dan sekitar agar selalu kompak, berprestasi dan ikut membangun daerah. "Mari kita berkarya dan ikut membangun tanah kelahiran," kata Izul. Izul juga menyatakan, mahasiswa itu harus berperastasi di dunia kampus, berprestasi di dunia pergerakan dan bersama-sama dengan masyarakat dan pemda memajukan daerah.
"Lewat HIMLAB ini, kita harus ikut memajukan daerah. Termasuk di dalamnya jika ada kebijakan pemda yang tidak pro rakyat, maka wajib bagi kita memberi kritikan yang positif," ujar Izul. Pada kesempatan itu, Izul juga berjanji akan melanjutkan program ketua umum sebelumnya Ginanda Siregar yang baik, dan akan membenahi yang kurang baik serta membuat program - program yang menyentuh langsung anggota HIMLAB dan daerah.
“Terima kasih atas kepemimpinan saudara Ginanda Siregar. Ke depan, saya mengajak semua kader HIMLAB mari kita bersama-sama memajukan organisasi ini, kita semua adalah keluarga besar. Saya
punya program, libur semester depan kita akan mengadakan penyuluhan narkoba di daerah dengan mengajak BNN Pusat," tandas Izul yang kini duduk di semester VIII jurusan Hukum Pidana Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. [tbk]

Pendidikan Kunci Kesejahteraan

Laporan: Indra Lubis

(Foto: net)
JELAJAH. Pendidikan berperan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia. Kualitas pendidikan akan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memumpuni. Dalam UUD 1945 menyatakan akan pentingnya pendidikan “bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa’’. Pendidikan mempunyai andil besar terhadap kemajuan bangsa, ekonomi maupun sosial. Dalam hal ini, pada tahun1984 Pemerintah telah berupaya untuk menyediakan sarana wajib belajar 6 tahun dan pada tahun 1994 pemerintah kembali mencanangkan wajib belajar 9 tahun.
Rendahnya tingkat pendidikan akan berdampak terhadap lambatnya pembangunan. Dengan demikian, tingkat pendidikan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Keadaan seperti ini sesuai dengan makna pendidikan itu sendiri, yakni merupakan usaha sadar untukmeningkatkan kualitas keilmuan dan spritual keagamaan dalam mengembangan kepribadian dan kemampuan baik didalam maupun di luar sekolah.
Untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan demokratis sebagaimana dalam perencanaan semangat reformasi yaitu masyarakat madani harus melibatkan semua elemen masyarakat baik itu keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat luas. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah membangun
kembali kerjasama dan kesadaran semua elemen masyarakat bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab bersama. 
Tujuan pendidikan akan sulit dicapai selama orang tua murid hanya mengandalkan sekolah tanpa dibarengi dengan pengawasan keluarga dan lingkungan masyarakat. karena murid sangat membutuhkah pengawasan dalam membentuk kepribadiannya. Dengan demikian, keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan wadah pembentukan karaktek anak.
Menurut Qurais Shihab (1996; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama. Dengan demikian pentinganya meningkatkan kualitas pengajar dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya. [dhs]

BUDAYA MARTUTUR MAKIN TERKIKIS

Laporan: Machatir MD

JELAJAH. Di era globalisasi, budaya martutur (tutur sapa/panggilan sopan) di kalangan anak muda Sumatera Utara samakin terkikis. Martutur salah satu indikator di tengah-tengah masyarakat bahwa seseorang itu beretika atau tidak.
Budaya martutur akan menentukan bagaimana seseorang berbicara dan bersikap terhadap orang lain, begitu juga sebaliknya. Dengan budaya martutur akan diketahui sejauh mana hubungan seseorang dengan orang lain berdasarkan hubungan darah, hubungan kekerabatan atau hubungan perkawinan.
Pada prinsipnya, martutur merupakan etika, sikap dan tingkah laku sesorang saat berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan martutur adalah untuk saling menghormati, menumbuhkan semangat persaudaraan, rasa persatuan dan semakin eratnya ikatan kekeluargaan yang harmonis. Semakin baik seseorang dalam bertutur, dia akan dianggap mempunyai etika yang tinggi. Budaya martutur didasarkan pada hubungan kekerabatan berdasarkan "Dalihan Na Tolu".
Dalam martutur ketika digunakan sapaan "tulang", "nantulang" maka dapat dipastikan yang bersangkutan merupakan "mora" dari yang menyapa. Kalau sapaan mengunakan "amangboru", "namboru", "babere" dan "lae", maka yang bersangkutan merupakan "anak boru" dari yang menyapa. Dan jika sapaan menggunakan kata seperti "uwak" dan "uda”, maka yang bersangkutan merupakan "kahanggi".
Ke depan, agar krisis marturur tak makin parah, diharuskan pengajaran melalui sekolah terutama pada tingkatan sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama. Itu dianggap merupakan cara efektif dalam menumbuhkan budaya martutur di kalangan generasi muda. Kemudian dorongan pengajaran melalui jalur keluarga. Juga melalui jalur kelompok seperti parsadaan (perkumpulan) semisal parsadaan marga. Serta melalui organisasi kemasyarakat yang berbasis budaya. [net/red]

Kapan Labuhanbatu Raya Punya Bandara?

(Foto: net)
Laporan: Ruslan Tambak

JELAJAH. Pembangunan lapangan terbang perintis adalah salah satu tujuan dari pemekaran Kabupaten Labuhanbatu. Namun sampai sekarang, impian masyarakat itu belum terwujud. Tokoh masyarakat Labuhanbatu Raya, yang juga dulu sebagai Sekretaris Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu (P5KLB) Rivai Nasution mengatakan, belum terwujudnya harapan itu karena tidak ada kemauan kuat dari elit Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhanbatu utara (Labura).
Ia mengkritisi elit Labuhanbatu Raya yang tidak mau duduk bersama untuk mewujudkannya. Kalau tiga pemda tersebut duduk bersama, gotong royong kumpulkan dana, lihai melobi pemerintahan pusat dan bisa menggandeng investor, pembangunan bandara tersebut akan mudah terwujud.
“Jalan lima tahun kepemimpinan di Labuhanbatu, Labusel dan Labura belum ada tanda-tanda pembangunannya. Lapangan terbang perintis sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau sudah ada, bisa 30 menit Medan-Labuhanbatu, tidak seperti sekarang dengan jalan darat kita mengabiskan waktu selama 8 jam,” beber Rivai kepada redaksi JELAJAH belum lama ini. 
Jelas dia, kalau tiga pemda tersebut jalan sendiri-sendiri, bandara di Labuhanbatu Raya akan sulit terwujud. Harus ada forum koordinasi antara Labuhanbatu, Labusel dan Labura untuk membahas masalah ini.
“Di Sibolga, Nias dan Tapsel saja sudah ada bandara. Masak di Labuhanbatu Raya yang dikenal daerah Dolar dan memiliki mobilitas tinggi belum ada, ini lucu,” ujar Sekjen IKLAB Medan ini. 
Rivai menambahkan, kekurangan kepemimpinan di Labuhanbatu Raya lah yang menyebabkan tidak adanya koordinasi antara pemda. Mereka meninggalkan tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, pemuda/mahasiswa, dan tidak bisa mendatangkan investor.
Seperti diketahui, Labusel dan Labura pecah dari Labuhanbatu dan masingmasing menjadi kabupaten tersendiri berdasarkan UU No 22/2008 dan UU No 23/2008 pada 15 Januari 2009. Pada tahun 2010 tiga kabupaten ini serentak menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk periode 2010-2015. Mereka yang terpilih adalah: Tigor Panusunan Siregar-Suhari Pane (Labuhanbatu), Wildan Aswan Tanjung-Maslin Pulungan (Labusel), dan Kharuddin Syah-Minan Pasaribu (Labura).[rsn]

Profil

Nama Lengkap: DEDI ISKANDAR BATUBARA,S.Sos.,S.H., M.S.P.
Tempat/tanggal lahir/umur: Siligawan Gadang/17 Maret 1979/34 tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Status Perkawinan: Kawin
- Nama Istri: Zubaidah Khan, M.A.
- Jumlah Anak: 3 (tiga) orang

Alamat Tempat Tinggal:
Jln. Garu II Gg. Saribunga No. 68 C, Harjosari I, Medan Amplas, Medan, Sumatera Utara
Riwayat Pendidikan :
  1. SD Al Washliyah Jln. Bromo Gg. Aman Medan: 1991
  2. MTs. Pondok Pesantren Modern Aziddin Medan: 1994
  3. MAS Ex PGA Proyek UNIVA Medan: 1997
  4. FISIP UMA Medan: 2006
  5. FH UNIVA Medan: 2006
  6. MSP FISIP USU Medan: 2010

Riwayat Organisasi :
NO./TAHUN ORGANISASI/JABATAN
  1. 1996-1998 Pimpinan Rayon Ikatan Pelajar Al Washliyah (Pry IPA) MAS Ex PGA Proyek UNIVA Medan (Ketua)
  2. 1996-1998 Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Al Washliyah (PC.IPA) Kecamatan Medan Denai (Ketua)
  3. 1996-1998 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Al Washliyah (PC.GPA) Kecamatan Medan Denai (Sekretaris)
  4. 1998-2006 Pimpinan Wilayah Ikatan Putera Puteri Al Washliyah (PW IPA) Provinsi Sumatera Utara (Ketua)
  5. 1999-2000 Pimpinan Komisariat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PK HIMMAH) UISU (Wakil Ketua)
  6. 2000-2001 Pemerintahan Mahasiswa FISIP UISU Kerohanian
  7. 2000-2001 Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi se-Indonesia (PENASMA) (Koordinator Nasional)
  8. 2000-2001 Ikatan Remaja Mesjid Jannatul ‘Alim Al Muttaqin (IRJAM) (Ketua)
  9. 2001-2004 Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SATMA PP) Provinsi Sumatera Utara (Sekretaris)
  10. 2003-2009 Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ka’bah (PWGPK) Provinsi Sumatera Utara (Wakil Sekretaris)
  11. 2006-2009 Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Medan (Wakil Sekretaris)
  12. 2007-2009 Pimpinan Cabang Angkatan Muda Ka’bah (PC AMK) Kota Medan (Ketua)
  13. 2009-2011 Wadah Remaja Islam Pengajian Akbar (WARISPA) Medan (Penasihat)
  14. 2008-2011 Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Propinsi Sumatera Utara (Wakil Sekretaris)
  15. 2010-2015 Ikatan Alumni Kader Ikatan Pelajar Al Washliyah (IKA IPA) Propinsi Sumatera Utara (Sekretaris)
  16. 2010-2015 Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA) (Penasihat)
  17. 2011-2015 Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara (Wakil Sekretaris)
  18. 2011-2016 Stofaz Institute (Ketua)
  19. 2011-2014 Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatera Utara (DPD KNPI SUMUT) (Sekretaris)
  20. 2012-2016 Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sumatera Utara (Wakil Ketua)
  21. 2012-2017 Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Anggota)
  22. 2012-2017 Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PW PARMUSI) Sumatera Utara (Wakil Ketua)
Riwayat Pekerjaan:
NO./TAHUN INSTANSI/JABATAN KETERANGAN
  1. 1997-1998 MAS Ex PGA Proyek UNIVA Medan Staf Tata Usaha
  2. 1998-2004 Wiraswasta
  3. Nov 2004-Feb 2005 DPRD Provinsi Sumatera Utara (Staf)
  4. Feb 2005-Nov 2005 Sekretariat Jenderal DPD/MPR RI Asisten Anggota DPD/MPR RI (Alm. Drs. H. Abdul Halim Harahap)
  5. Mar 2006-Sekarang CV. Vida Insani (Staf)
  6. Juli 2010 sekarang UMN Al Washliyah (Dosen)

100 Hari Kerja, Janji Manis Jokowi Masih Tanda Tanya

"Pemerintahan Jokowi-JK telah genap 100 hari, pada Selasa (28/1/2015), sejak dilantik pada 20 Oktober 2014. Kebijakan strategis dan langkah politik dari para pejabat baru pemerintahan menjadi sorotan dari berbagai elemen masyarakat”

Laporan: Jandri Panjaitan

Joko Widodo (foto: net)
JELAJAH. Joko Widodo selama kampanye pilpres sering mengumbar janji. Karenanya setelah terpilih jadi presiden, masyarakat pun menaruh harapan besar kepada politisi PDIP yang dikenal dengan nama panggilan Jokowi untuk merealisasikan janji-janjinya. Terkait kinerja pemerintahan dan realisasi janji presiden yang dikenal dengan blusukannya itu, Jokowi harus membuktikan kemampuannya, sekaligus menepis keraguan publik dan sebutan "presiden boneka" yang kerap melekat kepadanya. Sebelum terpilih menjadi presiden, Jokowi terlebih dahulu mengumbar janjinya dengan membuat 9 program unggulan yaitu; pertama, Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara; kedua, Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya; ketiga, Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; keempat, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya; kelima, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; keenam, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; ketujuh, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik; kedelapan, melakukan revolusi karakter bangsa; kesembilan, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia Apakah semua program Jokowi itu sudah teralisasi atau sedang berjalan, atau tidak sama sekali, semua itu bisa dilihat dari 100 hari masa pemerintahannya. Misalnya, dalam kampanye pilpres lalu, Jokowi selalu menjanjikan kabinet ramping dan koalisi tanpa syarat. Namun janji itu jauh panggang dari api, kabinetnya masih tetap saja gemuk seperti struktur kabinet SBY. Jokowi juga berbohong soal pembagian kursi kabinet, ia tidak bisa lepas dari cengkraman partai pendukung, buktinya lima partai pendukungnya dimasukkan di kabinet yang ia namakan Kabinet Kerja. Soal ekonomi, Jokowi juga belum terlihat membela rakyat. Tanpa ada alasan yang tepat, Jokowi seenaknya menaikkan dan menurunkan harga BBM. Saat derasnya penolakan kenaikan harga BBM, Jokowi malah buang muka, ia tetap kokoh dengan pendiriannya menaikkan BBM. Namun, setelah ia menurunkan harga BBM, ia tidak berusaha keras menurunkan harga bahan pokok termasuk transportasi yang sudah terlanjur naik. Soal hukum, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga masih pro-kontra. Misalnya, hukuman mati kepada bandar narkoba. Dan yang terakhir, soal kisruh Polri-KPK. Jokowi belum bisa tegas, dan ia terlihat masih dikendalikan oleh sekelilingnya, termasuk elit partai pendukung. Bidang sosial politik, Jokowi masih lemah. Hal ini bisa terlihat dari menguatnya Koalisi Merah Putih di Parlemen. Komunikasi Jokowi dengan Parlemen belum memuaskan, hal ini bisa dilihat dari ancaman Parlemen untuk memakjulkan Jokowi dari kursi Presiden, karena keputusannya yang kontraversi, seperti menaikkan harga BBM saat harga minyak dunia menurun. Namun, kita harus apresiasi Presiden Jokowi, dimana, ia tetap masih konsisten melakukan blusukan seperti ia masih menjabat Gubernur Jakarta dan Walikota Solo. Masyarakat berharap, ke depan Jokowi tetap konsisten dengan blusukannya agar bisa memotret keadaan yang sebenarnya. Sembari itu, Jokowi juga diharapkan bisa menjadi panglima di pemerintahan, dengan tidak diintervensi oleh pimpinan partai politik pendukung, misalnya Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh. [ind]

Pilkada Labuhanbatu Raya Harus Mampu Melahirkan Sosok Pemimpin Impian

Laporan: M. Azhar Rizki Dalimunthe

JELAJAH. Dunia perpolitikan kian bergejolak. Tak perduli pada tingkatan manapun, mulai dari tingkat tertinggi sampai pada tingkat terendah. Semua berbicara tentang kekuasaan dan kedudukan. Tak bisa dipungkiri memang untuk mencapai kemauan bersama, dibutuhkan sosok yang dapat menyatukan setiap perbedaan dari keberagaman yang ada, sehingga kemauan tersebut dapat terealisasi sebagaimana yang diimpikan.
Sebagai bahagian dari daerah yang ada di Indonesia, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan akan menghadapi Pilkada dalam waktu dekat. Persiapan KPU di tiga kabupaten ini melakukan penyusunan ulang tahapan di akhir 2015. Penyusunan ini dilakukan pasca disetujuinya Perppu No.1/2014 yang berisi perubahan sistem Pilkada.
Masih sangat jauh Pilkada yang dimaksud, namun sejumlah nama dan tokoh menyeruak kepermukaan. Beberapa nama yang digembor-gemborkan akan maju dengan berbagai latar belakang, termasuk incumbent. Keberagaman itu meliputi pendidikan, suku, agama, visi dan fokus target yang ingin diwujudkan oleh bakal calon.
Beberapa nama bahkan dengan bangga telah memproklamirkan diri akan maju dalam pilkada yang masih dalam perbincangan ini. Bahkan ketiga Bupati dikabarkan akan maju kembali. Bukan hanya itu, para Wakil Bupati juga digadang-gadang siap bertempur melawan atasannya.
Sejumlah elemen masyarakat telah memproklamirkan dukungannya kepada beberapa nama yang mencalonkan diri. Di Labuhanbatu, nama lain yang digadanggadang akan maju diantaranya; Zulkarnaen Siregar, Ellya Rosa Siregar, Hasban Ritonga, Parinsal Siregar, termasuk Tamrin, serta dan nama bakal calon lainnya yang ada di tiga Labuhanbatu Raya.
Rektor Universitas Labuhanbatu (ULB), Dr. H. Amarullah Nasution, MBA melontarkan argumentasinya mengenai nama-nama yang dikabarkan akan maju itu. Sebagai tokoh pendidikan yang sudah malang-melintang dalam dunia akademisi, ia menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Labuhanbatu Raya di masa mendatang. Dari hasil wawancara yang tim JELAJAH lakukan, melalui telepon, Amarullah mengatakan bahwa pendidikan masih menjadi masalah yang sangat serius di tiga kabupaten ini. Diperlukan sosok pemimpin yang bisa memajukan dunia pendidikan. Karena pendidikan merupakan hal yang paling vital dalam membentuk karakter daerah yang maju dan berkebudayaan.
Bahkan sebelum mengakhiri pembicaraan, beliau sempat menyinggung peredaran narkoba yang begitu marak di Labuhanbatu secara keseluruhan. Rektor kampus kenamaan masyarakat Labuhanbatu ini mengatakan bahwa narkoba merupakan bencana besar yang melanda tiga kabupaten ini. Salah satu bentuk dukungan yang beliau perlihatkan dalam pemberantasan narkoba adalah kesiapan beliau berpartisipasi dalam Penyuluhan Akbar Bahaya Narkoba yang akan dilaksanakan 21 Februari di GOR Rantauprapat. Kegiatan yang diprakarsai oleh HIMLAB ini menghadirkan narasumber penerima 13 Rekor MURI dari Jakarta Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM. Diharapkan pemerintahan mendatang dapat bersinergi dengan pihak Polres Labuhanbatu untuk bersamasama memberantas peredaran Narkoba.[ni]