Senin, 09 Februari 2015

PENDIDIKAN POLITIK

Oleh: Machatir Muhammad Dongoran, SSI
(Mahasiwa Studi Islam Konsentrasi Pendidikan Pascasarjana UIN Syarifhidayatullah Jakarta)

Foto: Dok
Pendidikan dan politik bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya bahu-membahu dalam proses pembentukan karakteristik masyarakat di suatu negara. Lebih dari itu, keduanya saling menunjang dan saling mengisi. Pendidikan akan melahirkan politisi yang beretika, begitu juga sebaliknya politisi akan melahirkan keputusan yang pro rakyat sesuai dengan amanah UUD 1945 yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk pendidikan politik yang beretika.
   Dalam bahasa Inggris istilah pendidikan politik sering disamakan dengan istilah political sucialization yaitu sosialisasi politik. Keduanya memiliki makna yang hampir sama. Dalam arti sempit, sosialisasi politik adalah pendidikan politik.
    Menurut pakar komunikasi politik Alvan Alfian, pendidikan politik adalah usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. Sedangkan menurut pakar komunikasi politik Ramlan Surbakti, pendidikan politik merupakan suatu proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik seperti sekolah, pemerintah, dan partai politik. Dengan demikian pendidikan politik merupakan media bagi setiap individu untuk mengenal dan memahami nilai-nilai ideal yang terkandung dalam sistem politik yang sedang diterapkan. bahkan setiap individu tidak hanya sekedar tahu saja tapi harus bisa menjadi warga negara yang memiliki kesadaran politik untuk mampu mengemban tanggung jawab yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap dan peningkatan kadar partisipasi dalam dunia politik.
   Pendidikan politik itu bertujuan agar masyarakat sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam meraih kebaikan bersama. Tentunya adanya kesadaran akan politik dan berlandaskan kepada empat hal; landasan ideologis Pancasila; Landasan konstitusi UUD 1945; landasan operasional GBHN; dan landasan historis Sumpah Pemuda 28/10/ 1928 dan Proklamasi 17/8/ 1945.
   Dalam Intruksi Presiden (Inpres) No.12/1982 tentang pendidikan politik bagi generasi muda menyatakan bahwa tujuan pendidikan politik adalah memberikan pedoman kepada generasi muda indonesia guna meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 sebagai salahsatu usaha untuk membangun manusia indonesia seutuhnya.
     Pendidikan disini bukan hanya orang yang memiliki intlektual atau sisi akademis saja, tetapi harus dilengkapi dengan spritual keagamaan dan etika. Sehingga semua elemen masyarakat ketika menghadapi berbagai problem atau peristiwa tidak mudah terpropokasi. Akan tetapi lebih kepada independensi apakah problem atau peristiwa itu benar atau rekayasa dan tentunya berpatokan kepada ketetapan hukum.
   Negara yang demokratis merupakan cita-cita bangsa indonesia. Karena indonesia merupakan negara yang multikultural dengan berbagai latarbelakang yang bermacammacam, baik itu etnis, suku, agama, bahasa. Indonesia akan bisa menjadi negara yang demokratis asalkan masyarakatnya memiliki pendidikan politik yang matang.
    Polemik dan sikut-menyikut baik itu antar individu, masyarakat atau golongan bahkan instansi pemerintahan tidak terlepas dari pendidikan politik. Lemahnya pendidikan politik akan menyebabkan elemen masyarakat tidak dapat membedakan mana politik dan kekuasaan, politik dan korupsi, politik dan intervensi. Sehingga masyarakat akan menjadi tumbal kekuasaan yang mudah dimobilisasi demi kepentingan jabatan, kekuasaan dan partai politik.
     Korupsi yang membudaya yang merongrong kedaulatan bangsa ini juga tidak terlepas dari betapa lemahnya pendidikan politik para pejabat pemerintahan. Trias politika yang diharapkan menjadi motor perubahan seakan-akan menjadi benalu yang mematikan. Tidak bertanggungjawab dengan amanah rakyat baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif.
    Misalnya, Budaya Serangan Fajar (Money Politik) dalam setiap pemilihan sudah menjadi rahasia umum. Harapan kepada partai politik untuk memberikan pendidikan politik kepada kadernya dan masyarakat sesuai amanah Undang-Undang ternyata jauh dari harapan.
    Partai politik harus memberikan pendidikan politik kepada kadernya dan elemen masyarakat. Serta mencalonkan kader-kader terbaiknya. Sehingga partai politik dapat mencerdaskan elemen masyarakat.
   Akademisi juga bertanggungjawab melalui lembaga pendidikan untuk memberikan pengajaran tentang pendidikan politik. Lembaga pendidikan merupakan media bagi generasi muda khusunya mahasiswa agar mampu mensinergikan antara pendidikan yang ia miliki dengan realitas politik yang berkembang saat itu.
   Tokoh masyarakat juga memiliki beban yang sama untuk memberikan penyuluhan terhadap perkembangan perpolitikan. Sementara KPU dan BAWASLU harus bekerja keras dalam menyukseskan dan mengawasi Setiap pemilihan umum agar sesuai dengan harapan dan terhindar dari segala pelanggaran.
   Dalam setiap kehidupan pasti ada pendidikan di dalamnya. Untuk menjaga agar pendidikan itu sesuai dengan kebutuhan dan keberlangsungan kehidupan khususnya pendidikan politik, maka akademisi, tokoh masyarakat, partai politik, pemerintahan harus berjalan seiring dan seirama sesuai dengan amanah undangundang dan pancasila. Indonesia akan memiliki pemimpinpemimpin yang cerdas dan beretika, generasi-generasi militan dan masyarakat madani asalkan semua elemen masyarakat sadar akan hak dan kewajibannya dalam berbangsa dan bernegara serta setiap orang melakukan dan mengabdikan diri berdasarkan fungsi masing-masing sepenuhnya.[***]

Peduli Generasi Muda, HIMLAB Akan Adakan Penyuluhan Anti Narkoba di Rantauprapat

Laporan: Hamdan Husen Siregar

JELAJAH. Usia remaja adalah generasi yang paling rentan menjadi korban penyalah-gunaan narkoba karena pergaulan dan kurangnya perhatian dari semua pihak. Kasus narkoba juga semakin tahun semakin meningkat, termasuk di Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu, Labura, dan Labusel). Selama 2014 saja sudah 68 tersangka kasus narkoba sudah diamankan pihak sat narkoba polres Labuhanbatu dengan barang bukti 6.993,11 gram daun ganja kering, 75,44 gram shabu dan pil 15 butir seperti yang dikutip dari www.infolabuhanbatu.com.
Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Kombes Pol Rudi Trenggono mengakui peredaran narkoba di wilayah Labuhanbatu cukup marak beberapa tahun terakhir seperti yang dikutip dari www.hariansib.com. Bahkan beberapa waktu yang lalu puluhan wartawan dan aktivis LSM berunjuk rasa di depan polres Labuhanbatu dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Kalau Mau Cari Shabu-Shabu Datang ke Labuhanbatu Gudangnya Narkoba”. Aksi ini dilakukan sebagai simbol maraknya peredaran narkoba jenis shabu-shabu di Labhuhanbatu bahkan diduga kuat ada peran oknum polres Labuhanbatu seperti yang dikutip dari www.harianjayapos.com.
Berangkat dari sebagian kecil kasus narkoba di atas, kader Himlab Jakarta yang diinisiasi bagian Litbang, tergerak hatinya untuk mengadakan seminar dan penyuluhan anti narkoba di daerah asalnya. Hal ini pun mendapat respon yang cukup positif dari pengurus yang lain dan segera membentuk kepanitiaan hingga terpilihlah saudara M. Azhar Risky Dalimunthe yang juga sebagai ketua bagian Litbang menjadi ketua pelaksana. Acara yang bertema “Narkoba Musuh Bersama, Selamatkan Generasi Bangsa” rencananya akan diadakan pada 21 Februari 2015 bertempat di GOR Rantau Prapat ibu kota kabupaten Labuhanbatu. Sasaran dari acara ini adalah perwakilan dari pengurus OSIS dari seluruh SMP/sederajat dan SMA/sederajat di 3 labuhanbatu dengan target 500 peserta.
“Kenapa kita adakan di kota Rantau Prapat ? karena di antara kota-kota yang ada di 3 Labuhanbatu, Rantauprapat lah yang paling strategis tempatnya sehingga mudah dijangkau, begitu juga dengan fasilitas yang ada”. Ujar Azhar saat mengusulkan tempat acara di sela-sela rapat kepanitiaan (13/12/2014) dan langsung disetujui oleh forum yang hadir saat itu. Sementara itu, ketua umum Himlab Jakarta, M. Izul Hasibuan berencana akan menggandeng BNNP Sumut sebagai mitra dalam acara ini dan mengusahan BNN Pusat juga turut hadir.
“Nanti kita akan menggandeng BNNP Sumut untuk bekerjasama dalam mensukseskan acara ini dan aku juga sedang mengusahakan agar dari BNN Pusat yang menjadi pembicara, sekarang sudah mulai menjalin komunikasi dengan mereka” jelas pria yang kuliah di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta semester 7 ini meyakinkan. [hmd]

SATU HATI

PUISI

Sungguh indah tali persahabatan ini
Seperti jalinan warna dalam
indahnya pelangi
Bunga-bunga pun menyanyikan melodi
Menyemarakan suara hati
Canda tawa mengiringi perjalanan kita
Badai topan kita terjang bersama
Bersatu hati melangkah
bergandengan tangan
Berjalan bersama satu visi
Mari sobat!!!
Melangkah bersama-sama
Satukan hati dan pikiran
Menjalankan misi kita
Membangun dunia baru
Teruslah berjuang dan berusaha
Kobarkan semangat di dalam diri
Hangatkanlah dunia dengan impian dan cita-cita
Sinari dunia dengan terangnya pikiran kita


Karya: Mara Oloan Harahap

Bakti Perantau pada Orangtua dan Bangsa

PANTUN

Ikan bawal dalam keramba
Mati seekor di hari rabu
Jangan lupakan jasa orang tua
Agar hidup mendapat restu

Kalau hendak ke pulau Sumatra
Jangan lah lupa membawa selendang
Jika mau masuk surga
Hati-hati lah mata memandang

Rumah-rumah kaca
Tidak jauh dari debu
Rajinlah membela bangsa
Agar negara kita maju


Karya : Dedi Haryono Siregar

Inilah Sosok Ketum Baru HIMLAB Jakarta

Muhammad Izul Hasibuan (Foto: Dok)

Izul adalah mahasiswa hukum UIN Syarifhidayatullah Jakarta, ia berasal dari daerah Pintu Padang, Sei Kanan Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, dengan nama lengkap, Muhammad Izul Hasibuan, kelahiran 20 November 1992.
Selain aktif kuliah ia juga banyak mengikuti organisasi internal maupun eksternal kampus. Di internal, ia ketua bidang Departemen Informasi dan Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM J) Hukum Pidana Islam UIN Jakarta, dan tidak hanya disitu saja Zul juga aktif dalam organisasi eksternal, Pergerakan Mahasiswa  slam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat.
Kegemarannya dalam berorganisasi tidak berhenti di situ saja, ia pun tidak lupa untuk membangun daerahnya, untuk itu Zul pun sekarang menggeluti organisasi primordial sebagai ketua umum Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta, dengan berbagai program kerja yang langsung berkontribusi untuk masyarakat Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara.
Izul dan Pengurus HIMLAB pun selalu mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. Zul pun berharap kepada seluruh mahasiswa asal Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara yang kuliah di Jakarta dan sekitarnya ikut serta dalam mensukseskan dan membangun daerah di masa kepemimpinannya periode 2014-2015. (jp)

Donor Darah Sehatkan Diri Selamatkan Jiwa

Foto: Dok
Laporan: Emi Rahmadhani

JELAJAH. Donor darah sangat penting bagi kesehatan manusia, baik untuk pendonor maupun yang mendapatkan donor (tranfusi darah).
Donor darah adalah suatu proses pengambilan darah yang dilakukan dari seseorang secara sukarela, dimana hasil donor darah tersebut akan disimpan di bank darah, kemudian dipergunakan untuk orang yang membutuhkannya.
Tranfusi darah sangat dibutuhkan bagi seseorang yang mengalami, perdarahan, gagal ginjal, anemia gravis dan aplastik , thalasemia, serta leukemia. Inilah pentingnya darah yang disumbangkan untuk keselamatan jiwa.
Sementara manfaat yang diperoleh dari donor darah adalah, pendonor mendapatkan kesehatan psikologis, kesehatan fisik, dapat meningkatkan pembentukan sel darah, serta mendeteksi suatu penyakit.
Syarat-syarat pendonor yang dapat mendonorkan darahnya terhadap bank darah adalah, usia mulai dari 17 sampai 60 tahun, berat badan 45 kg, kadar hemoglobin normal di atas 12,5 gram, tekanan darah harus normal (sistolik lebih dari 100 sampai 180 mmHg, dan diastolik lebih dari 50 sampai 100 mmHg), pendonor wanita tidak sedang haid, hamil maupun menyusui, pendonor tidak menderita penyakit yang beresiko tinggi (HIV/AIDS, jantung, paru, ginjal, kencing manis, kanker), pendonor tidur di malam hari minimal lima jam sebelum mendonorkan darah, dan pendonor sudah makan sebelum mendonorkan darah.
Pengambilan darah dilakukan oleh petugas kesehatan yang sudah ahli atau profesional dalam tindakan tersebut, proses pendonoran harus memenuhi syarat seperti di atas, kemudian pendonor mengis i formulir, lalu pengambilan darah dimulai yang dikerjalan oleh petugas, darah yang diambil maksimal 300 cc perindividu. Maka dari itu, mari donorka darah demi kesehatana diri dan keselamatan jiwa orang lain. [ni]

Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarul Zaman Hadiri Latihan Kepemimpinan HIMLAB Raya Jakarta 2014

Foto: Dok
Oleh : Pinang Naposo Siregar

JELAJAH . Masyarakat Kabupaten Labuhanbatu (sekarang Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhan batu Selatan) tampaknya sudah mulai melupakan akar budaya yang selama ini digenggam erat-erat. Hal inilah yang disinggung oleh Ketua Komisi II DPR RI, Rambe Kamarul Zaman di tengah penyampaian materi “Kedaerahan” pada acara Latihan Kepemimpinan (LK) Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta di Cisarua Bogor (15/11/2014). Beliau menyatakan masyarakat Labuhanbatu sudah tidak seperti dulu lagi yang terkenal dengan budaya tolong - menolong dan kekeluargaannya.
     “Masyarakat Labuhanbatu sekarang beda dengan yang dulu, nilai-nilai kekeluargaannya sudah hilang dan lebih mementingkan aspek materi,” ujar politisi senior Golkar ini. Contohnya saja ketika akan menghadiri hajatan atau acara tetangga, bagi mereka yang menyumbang lebih banyaklah yang dilihat kalau sedikit tidak akan dianggap” seloroh pak Rambe dengan logat bataknya.
    Selain itu beliau juga menyoroti sikap pejabat dan birokrasinya yang menurutnya kurang mendengarkan aspirasi dari masyarakat terutama dari kalangan menengah ke bawah dan hanya mau mendengarkan ketika ada perintah dari atasan saja. “inilah yang menjadi tugas kalian sebagai generasi muda dan kader Himlab bagaimana cara merubah pola pikir masyarakat ini ke depannya” lanjut anggota legislatif yang terpilih dari dapil Sumut 2 ini. Ketika musim kampanye juga begitu, baik kampanye Pemilu legislatif maupun pilkada, masyarakat hanya mau hadir ke kampanye yang ada acara bagi-bagi duit saja, kalau gak ada bagi-bagi duit pasti kampanyenya sepi,” ungkap kakek dua orang cucu ini perihatin.
        Selain menghadirkan Rambe Kamarul Zaman, M.Sc, LK Himlab yang bertema “Membentuk Jiwa Kepemimpinan Untuk Mewujudkan Kader Berkualitas ” ini juga menghadirkan pembicara lain yaitu, mantan Ketua Umum PB HMI MPO Syahrul Effendi Dasopang, Ketum PP HIMMAH Aminullah Siagian, dan redaktur Rakyat Merdeka Online, Zul Hidayat Siregar. Acara yang diadakan setiap tahun ini sebagai ajang pembentukan jiwa kepemimpinan kader baru HIMLAB bertempat di wisma Aryanti, Cisarua, Bogor, 14-16 November 2014 dan diikuti oleh 50 peserta dan dilanjutkan dengan Musyawarah Besar (Mubes) yaitu pemilihan ketua umum baru periode 2014-2015, dengan ketum terpilih Muhammad Izul Hasibuan. (hmd)