Oleh : Ruslan Tambak
Ketua umum Poslab 2013-2018, Hadi Khairul Sinaga alias Adi Bento mengatakan, Poslab kurang dukungan dari elit Labuhanbatu, seperti bupati Tigor Panusunan Siregar, pihak DPRD dan pihak KONI Labuhanbatu.
“Bupati Tigor seorang pelupa. Waktu mencalonkan diri jadi bupati, dia banyak mengadakan kompetisi sepakbola. Tapi sekarang, dia sudah lupa bola,” kata Adi Bento kepada redaksi JELAJAH, Sabtu (28/6/2014).
Pelatih Poslab 2002-2011 ini menceritakan, selama melatih Poslab, dia sudah membawa Poslab ke Divisi III, II hingga I. “Untuk sekarang, kita hanya masuk liga nusantara. Salah satu penyebabnya adalah, elit Labuhanbatu tidak peduli,” terang Adi Bento.
Ia mencontohkan, saat membawa Poslab merumput di Sumut dan Riau belum lama ini. Adi Bento merogok kocek pribadi untuk pendanaan pemain hingga ratusan juta.
Pemda Labuhanbatu tidak membantu pendanaan Poslab yang memiliki pemain inti sebanyak 20 orang ini sejak 2013 sampai sekarang, sehingga Poslab terseok-seok dan jarang latihan. “Terakhir kita dibantu Pemda tahun 2012, itu pun hanya sebanyak Rp 600 juta. Sekarang, kita minta audiensi kepada bupati, DPRD dan KONI selalu tidak ada tanggapan,” ungkapnya.
Terakhir Adi Bento berharap, ke depan elit Labuhanbatu memberikan perhatian penuh kepada Poslab. Poslab, lanjut Dia, memiliki pemain-pemain yang bisa diandalkan, seperti Usman Pribadi yang kini sudah bermain di Geresik United.
“Dan ingat, lewat Poslab dan sepakbola ini, masyarakat Labuhanbatu bisa bersatu dan semakin cinta kepada kabupaten Labuhanbatu,” demikian Adi Bento.
Secara terpisah dihubungi, Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar menyatakan, dana untuk Poslab memang tidak ada dianggarkan, karena Poslab adalah sebuah klub sama seperti klub Prisai dan Rajawali.
“Poslab itu kan klub, yang didanai itu adalah klub sendiri. Pemda hanya bantu Pengcab PSSI Labuhanbatu,” kata Ellya. [hri]