Kamis, 30 Oktober 2014

Labuhanbatu Raya Dukung Pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur

 Laporan: Khoir Hasan Hasibuan

Pemekaran Provinsi Sumatera Timur
 JELAJAH. Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (SPT) dengan motto “Mutiara di Selat Malaka Bersama Kita Jaya”  semakin menguat. Enam kepala daerah yang targabung sepakat dan menyetujui pembentukan provinsi ini. Yaitu Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Ketua Pembentukan Provinsi SPT, Moslim Simbolon mengatakan, pemekaran yang mendapat antusias di tengah-tengah masyarakat ini kini sedang menunggu persetujuan DPRD di enam daerah yang bakal berkabung, selanjutnya akan dibawa ke DPRD Sumatera Utara dan DPR RI.
Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar melalui Wakil Bupati Labuhanbatu Suhari Pane telah menyerahkan berkas dan dokumen dukungan kepada komite pemekaran, di Aula Data Kantor Bupati Labuhanbatu, Jumat (13/06/2014).
Dalam pertemuan itu juga dihadiri Plt Sekda Labuhanbatu Ali Usman Harahap, seluruh camat dan kepala desa, pimpinan Ormas/OKP, FKUB, MUI dan tokoh masyarakat dan tokoh adat Labuhanbatu.
Bupati Labuhanbatu Selatan Wildan Aswan Tanjung mengajak semua masyarakat Labusel mendukung pembentukan Provinsi SPT. Menurutnya, efektifnya pemekaran daerah adalah untuk memperpendek rentang kendali birokrasi dan mempercepat pembangunan cukup dirasakan oleh masyarakat, sehingga aspirasi untuk pemekaran daerah terus di suarakan oleh masyarakat.
“Pemekaran selain memberikan dampak positif Bagi kelancaran pelayanan kepada masyarakat, juga memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan PAD dan sosial ekonomi masyarakat," kata Wildan di hadapan Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Labusel di Balai Pertemuan Kantor Bupati Labusel pada acara Rapat Pembahasan usul pembentukan Provinsi SPT, Senin (10/06/2014).
Sementara Bupati Labura Kharuddin Syah alias Buyung menegaskan masyarakat dan pemerintah Labura mendukung penuh pemekaran Provinsi SPT. Ia menyatakan, peran serta masyarakat dalam mendukung terwujudnya pemekaran itu sangat besar.
"Kita sama berharap pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur ini dapat meningkatkan percepatan kesejahteraan masyarakat dan memperpendek rentang kendali pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Buyung saat menyerahkan surat dukungan kepada komite pemekaran di Hotel Anugrah Ledongtimur, Labura, Selasa (10/06/2014). [rus]

Warga Labuhanbatu di Perantauan Dihimbau Bersatu

Laporan : Hamdan Siregar

Ja'far Siregar
 JELAJAH. Ketua Umum Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Jakarta, Brigjend Pol. (Purn). H. Drs. Ja'far Siregar, MM menghimbau para perantau asal Labuhanbatu Sumut yang berdomisili di Jakarta dan sekitar untuk bersatu membangun tanah kelahiran. Hal ini ia sampaikan mengingat banyaknya perantau asal Labuhanbatu yang mulai lupa dengan daerah asalnya.
Ja'far tidak memungkiri kesibukan di Ibukota membuat mereka tidak sempat memikirkan daerahnya. Menurut pria asal kecamatan Silangkitang ini, dengan bersatunya perantau asal Labuhanbatu akan melahirkan ide-ide cemerlang untuk ikut membangun Labuhanbatu. Selain itu ia juga berharap dengan keberadaan IKLAB di Jakarta bisa menjadi simbol pemersatu dan sarana silaturrahmi antar warga Labuhanbatu.
“Saya berharap generasi muda yang lebih banyak berperan di IKLAB ini, jangan yang tua-tua saja yang aktif,” kata Ja'far saat diwawancara JELAJAH di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan (04/07/2014).
Di tempat yang sama, Sekjen IKLAB, Imron Jhoni juga mengutarakan keprihatinannya akan kondisi IKLAB saat ini. Menurutnya, IKLAB saat ini sudah mulai ditinggalkan perantau Labuhanbatu karena menganggap IKLAB tidak memberikan kontribusi kepada mereka. Padahal, lewat IKLAB silaturrahmi antara perantau semakin erat dan ikut serta membangun Labuhanbatu.
“IKLAB itu punya sejarah panjang. Jangan dianggap organisasi ini sebagai tempat mencari 'sesuatu', tapi kita bisa maju dan bersatu di perantauan,” ujar Imron. (hmd)

Launching Perdana JELAJAH Disambut Antusias

Laporan: Hamdan Husein Siregar

 
Diskusi dan Launching Buletin HIMLAB JELAJAH Edisi I April-Mei 2014 Bersama Senior. Foto (Doc)
JELAJAH. Sebagai sebuah media yang terbilang muda dan dikelola oleh mahasiswa Labuhanbatu yang ada di Jakarta dan sekitarnya, buletin Himpunan Mahasiswa Labuhan Batu (HIMLAB) JELAJAH sudah bisa menunjukkan eksistensinya. Hal ini terbukti dengan sambutan positif yang datang dari para kader, senior, alumni, pembina HIMLAB.
Pada launching yang didahului dengan diskusi dengan tema “Pemuda Sebagi Peran Utama dalam Pembangunan Daerah” diadakan sabtu (3/5/2014) mendapat antusias penuh dari hadirin yang datang. Sejumlah kader HIMLAB dan senior turut meramaikan acara ini, diantaranya yang hadir adalah : Riduan Dalimunthe, S.Sy (mantan ketum HIMLAB 2011-2012), Ruslan Tambak, S.Sos, Marasutan Rambe, S.Hi, Ahmad Fauzi Siregar, S.Sy, Raidong Habibi Rambe, S.Fil, Ridho Akmal Nst, S.Sy, dan masih banyak lagi. Selain itu Sekjen Ikatan Keluarga Labuhan Batu (IKLAB) sekaligus pembina HIMLAB, Imron Jhoni dan ketua Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH), Aminullah Siagian turut meluangkan waktu untuk menghadiri peluncuran ini. Walaupun acara ini sederhana tapi bisa menimbulkan kesan yang meriah.
Dalam sambutanya, Sekjen IKLAB, Imron Jhoni  menyambut cukup positif atas terbitnya buletin ini dan menyarankan penyalurannya harus jelas. “ini merupakan langkah baru dalam Himlab dan nanti pendistribusian buletin ini harus jelas ke mana saja” ujar Jhoni. Senada dengan Jhoni, Riduan dan Fauzi menyarankan agar buletin ini dikirim langsung ke 3 pemerintah kabupaten Labuhabatu yaitu Labuhanbatu Pusat, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara serta keseluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Jurusan di UIN Jakarta.
Sementara itu, Raidong Rambe menyarankan penerbitan buletin ini harus berkelanjutan. “Buletin ini harus kontiniu, jangan hanya sekali dua kali terbit saja” ujar mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Paramadina ini. Acara ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis buletin dari ketua umum HIMLAB Ginanda Siregar kepada Imron Jhoni dan dari Pimpinan Redaksi, Hamdan Siregar ke Aminullah selanjutnya diakhiri dengan foto bersama dengan pembina HIMLAB. [ni]

LABUHANBATU RAYA DENGAN KEINDAHAN ALAMNYA

Laporan: Faisal Tanjung

JELAJAH. Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara banyak memiliki tempat wisata yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut. Apa saja wisata yang ada di Labuhanbatu Raya? Daripada penasaran, yuk kita intip beberapa objek wisata yang terdapat disana.
Pulau Sikantan (Labuhanbatu)

Kalau kita lihat di Sumatera Barat ada Maling Kundang dan di tanah Tapanuli terkenal dengan si Sampuraga, maka di  Labuhanbilik rakyat mengenal  Sikantan. Sebuah nama yang hidup di tengah masyarakat merupakan simbol dari kedurhakaan seorang anak terhadap ibunya. Tuhan murka dan kemudian mengutuknya dengan cara menenggelamkan kapalnya yang besar dan mewah ke dasar air. Dan beberapa tahun kemudian kapal tersebut berubah menjdi sebuah pulau lalu masyarakat menyebut dengan sebutan pulau Sikantan. Sekaligus mengingatkan kita bahwa Tuhan sangat membenci anak yang lupa pada jasa orang  tuanya. 
Pulau Sikantan (Foto: Net)


Bicara pulau Sikantan, kita tidak bisa melupakan Labuhanbilik sebuah kota tua yang begitu bersejarah kurang lebih  300 KM dari kota Medan berada di pesisir kota Rantauprapat. Sebab selain pernah menjadi bandar utama di samping pelabuhan Belawan pada zaman Belanda dulu, pulau Sikantan berada persis di antara Labuhanbilik dan Tanjung Sarang Elang.
Tanjung Sarang Elang sendiri adalah tempat persinggahan terakhir dalam perjalanan darat menuju Labuhanbilik. Selanjutnya perjalanan harus dilanjutkan dengan menumpang perahu bermotor. Jadi bagi yang berminat berkunjung ke kota Nenas itu pasti akan melintasi pulau Sikantan.
Secara  sepintas tidak ada yang menarik dari pulau Sikantan kecuali bentuknya yang mirip kapal terbalik. Hampir seluruh permukaannya di tumbuhi oleh semak belukar dan pohon kelapa. Meski sekarang kabarnya sudah memiliki semacam resort atau tempat untuk peristirahatan bagi pengunjung yang berkunjung.
Wisata Alam Aek Buru (Foto: Net)
Wisata Alam Aek Buru (Labuhanbatu Utara)
Pemandian Aek Buru terletak di desa Batu Tunggal kec. NA IX-IX Kab. Labuhanbatu Utara merupakan tempat rekreasi berupa pemandian, kawasan ini ditempuh dengan kendaraan roda empat sekitar 10 KM dari ibukota Rantauprapat dengan kondisi jalan aspal. Aliran arus sungai yang deras diliputi batu-batuan besar dan kecil serta pasir putih,  air yang jernih dan semakin alami dengan adanya tebing yang curam. Kawasan ini cukup ramai pada hari-hari libur dan masyrakat setempat turut berperan dengan menyediakan tempat peristirahatan beserta makanan dan jajanan. Beragam tempat yang bisa kita kunjungi seperti Sikopi-kopi, Sipisang-pisang, Lubuk Ambacang dan Rindu Alam. Dengan kealamian panorama yang masih kental tersebut sangat memanjakan pengunjung ketika wisatawan datang kesana. Sekarang, pemerintah Kab. Labuhanbatu Utara telah bekerja membangun berbagai fasilitas untuk menunjang keindahan alamnya.
Pemandian Alam Sampuran (Labuhanbatu Selatan)Banyak lokasi wisata pemandian alam di daerah Kotapinang kabupaten Labuhanbatu Selatan yang mengalirkan air yang begitu sejuk dan jernih dari bebukitan, yang lantas dikelola menjadi objek  wisata. Satu di antaranya adalah objek wisata pemandian alam Sampuran di Mandalasena. Kawasan pemandian alam Sampuran merupakan objek wisata alam yang berlokasi di sepanjang sungai Mampang dan sungai Mahuam di desa Perkebunan Normarak, sekitar 20 KM dari Kotapinang dan lokasi wisata ini berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit milik PT. Normarak dan perkebunan sawit serta karet milik warga setempat. Air sungai yang begitu jernih merupakan ciri khas tempat ini, ditambah dengan pemandangan yang indah dengan hutan karet yang rimbun. Menjelajahi sungai dengan menggunakan pelampung disediakan oleh sebahagian warga disana dan bermanfaat bagi pengunjung ketika ingin menelusuri aliran sungai. Ditambah dengan pemandangan hutan, berada di sisi kanan dan kiri sungai ini benar-benar menggambarkan bahwa tempat ini masih alami disambut kicauan burung dan udara yang segar merupakan bagian yang tak terlupakan dari tempat ini. [ren]